Buku Wirausaha Sosial DBS di Nobatkan sebagai bentuk Kampanye Sosial Terbaik

Di bawah naungan DBS Foundation, PT Bank DBS Indonesia (DBS) mendukung tumbuh kembangnya ekosistem kewirausahaan sosial di Indonesia sejak tahun 2013. Hari ini, DBS dan UKM Center Fakultas Ekonomi Budaya Universitas Indonesia (UKMC FEB UI) bekerja sama menyusun buku panduan kewirausahaan sosial berformat digital pertama di Indonesia berjudul “Berani Jadi Wirausaha Sosial?” Buku ini kemudian terpilih menjadi The Best Social Campaign Indonesia’s Best Corporate Social Initiative 2017

Buku ini terdiri dari tujuh (7) bab, eBook ini disusun melalui proses gotong royong. Selain DBS dan UKMC FEB UI, sebanyak 37 kontributor yang merupakan pelaku wirausaha sosial, venture capital, yayasan dan lembaga non-profit, perwakilan pemerintahan (Bappenas), dan konsultan bisnis turut ambil andil dalam penulisan eBook ini. Mereka memberikan saran dan pengembangan melalui sesi Focus Group Discussion dan sesi wawancara mendalam.

Buku panduan online tersebut berisi kiat-kiat, definisi, dan tahapan bisnis wirausaha sosial. Termasuk, artikel-artikel tentang kewirausahaan sosial yang informatif serta kisah suskes dari para wirausahawan sosial yang selama ini dinaungi oleh Bank DBS Indonesia.

Objektif dari program ini adalah buku tersebut dapat menjadi sumber panduan yang bermanfaat; dapat menginspirasi dan memotivasi para pelaku dan calon pelaku UKM di Indonesia untuk mau berwirausaha sosial; membangun awareness kepada masyarakat akan komitmen Bank DBS Indonesia terhadap kewirausahaan sosial; serta menjadi insipirasi bagi masyarakat luas tentang pentingnya peranan wirausaha sosial bagi penyelesaian isu sosial-masyarkat.

Target utama dari program ini adalah pelaku UKM dan wirausaha sosial berusia 15 hingga 34 tahun, alias generasi millennial yang memang tak terpisahkan dari teknologi dan internet. Mereka juga sudah tumbuh jiwa start-up-nya. Target lainnya adalah masyarakat luas yang memiliki ketertarikan dengan kewirausahaan sosial.

Sejumlah strategi dijalankan untuk mengeksekusi program tersebut. Pertama, menjalin kemtiraan dengan berbagai pihak yang ahli di bidang kewirausahaan sosial, seperti pelaku wirausaha sosial, venture capital, UKM Center Fakultas Ekonomi Budaya UI, Bappenas, lembaga non profit, konsultan bisnis, dan sebagainya. Kedua adalah menggelar roadshow ke berbagai daerah dengan melibatkan 20 wirausaha sosial daerah.

Adapun strategi komunikasi dan pemasaran buku panduan digital adalah dengan menggunakan strategi komunikasi pemasaran terintegrasi. Mulai dari pendekatan Public Relations (PR), media konvensional, digital, dan aktivasi. Misalnya, talkshow di radio, sebar flier di berbagai titik, hingga kampanye digital. Selain itu, untuk mengkampanyekan buku panduan digital ini, Bank DBS juga memanfaatkan komunitas dan endorser seperti key opinion leader.

Bank DBS Indonesia mendapat kepercayaan dari Kementrian Keuangan RI dalam acara Dharmawanita Fest pada Mei 2017 lalu untuk mengirimkan tiga pewakilan mitra wirausaha sosialnya—dimana salah satunya berhasil menjadi pemenang yang kemudian berkesempatan pameran di Kanada pada Agustus 2017.