PT. Pegadaian adakan ToT pendampingan UMKM

Pegadaian menggandeng akademisi untuk mengembangkan program pendampingan usaha ultra mikro, UKM Center FEB UI ditunjuk sebagai kordinator kegiatan pelatihan yang diselenggarakan di Jogjakarta 17-19 Juli 2017. Perkembangan usaha menjadi sebuah prioritas yang selalu diinginkan oleh setiap pelaku bisnis UMKM. Bagi siapa saja para pelaku usaha utamanya dibidang mikro, kecil dan menengah selalu berharap dan bercita-cita agar usahanya yang dimulai dari kecil bisa menjadi besar dan bisa menjadikan pemiliknya sebagai pengusaha yang sukses. Membuat usaha maju memang banyak aspek yang bisa mempengaruhi salah satunya pendampingan umkm agar naik kelas. Pendampingan umkm ini bisa dilakukan baik itu secara perorangan ataupun lembaga yang memang memiliki perhatian yang tinggi terhadap pengembangan umkm. Berdasarkakan hal tersebutlah PT. Pegadaian mengumpulkan pegawainya dari divisi analis kredit dari seluruh kantor cabang di Indoensia untuk dapat pelatihan Training if Trainer Pendampingan untuk UMKM.

Kegiatan tersebut dibuka oleh TM Zakir Machmud, Ph.D sebagai Kepala UKM Center dan PT. Pegadaian. Kegiatan yang diselenggarakan selama tiga hari tersebut diisi oleh beberapa materi:

Materi Dasar-dasar Pendampingan bagi UMKM oleh Ibnu Wahid Coach CED Gama.

Peran pendamping sangat menentukan keberhasilan UMKM naik kelas,karena pendamping diharapkan sebagai motivator, melakukan konsultasi bisnis, melakukan pendampingan UMKM mempromosikan produk-produk unggulan, membantu mengakses pembiayaan, ataupun peningkatan kualitas UMKM melalui pelatihan bisnis, skill manajerial dan peningkatan jaringan pemasaran UMKM.

Berkaitan dengan pendampingan, proses fasilitasi dan dukungan berbagai aspek demi pengembangan usaha akan diberikan oleh seorang konsultan atau pendamping umkm dalam membuat pelaku usaha mampu berkembang dan berjalan sesuai jalur usahanya. Memang pada dasarnya setiap usaha akan mengalami berbagai masalah yang dapat menggangu usaha itu sendiri baik itu dari aspek permodalan atau pembiayaan, manajemen baik itu SDM, keuangan, pemasaran kemudian masalah produk dan lainnya.

Peran pendampingan inilah yang akan memberikan masukan dan memberikan motivasi kepada pelaku umkm untuk tumbuh dan lebih maju. Adapun pentingnya pendampingan umkm agar naik kelas yaitu :

  1. Membantu memberikan solusi bagi setiap masalah UMKM. Setiap pelaku umkm banyak sekali yang mengalami masalah namun juga banyak sekali yang tidak dapat menemukan solusinya sehingga dengan pendampingan maka dapat mempermudah pelaku usaha untuk berkomunikasi dan berkonsultasi secara intensif mengenai solusi masalah yang dihadapi.
  2. Memotivasi pelaku UMKM. Memberikan motivasi pada pelaku umkm agar memiliki kepercayaan diri dan keyakinan pada kemampuan yang dimiliki
  3. Membantu menaikkan omset usaha. Maka peran pendampingan bisa menaikkan omset usaha jika semua aspek bisa disusun dan dilaksanakan dengan baik sesuai dengan tahapan prosedur dan tujuan yang diinginkan.

Mengembangkan Daya Inovasi dan Perencanan Usaha Oleh Dewi Meisari, Asosiate UKM Center FEB UI

Inovasi merupakan sebuah prasyarat bagi Usaha Kecil dan Menengah berkembang dan bertumbuh. Dengan melakukan inovasi secara terus menerus, Usaha Kecil dan Menengah dapat bersaing dan terus hidup (sustainability).

Perencanan dan Manajemen Keuangan Mikro oleh Adi Waskito (Dosen FEB UI),

Seringkali kita mendengar ada UKM setelah menerima kredit dari Lembaga Keuangan/ Perbankan yang katanya untuk mengembangkan usaha, kenyataannya di lapangan digunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari, sehingga ketika uang tersebut habis usahapun tidak jalan/bangkrut. Perencanaan Keuangan UKM sebenarnya adalah Kedisiplinan Pelaku Usaha dalam mengelola Keuangan Pribadi/Keuangan Perusahaan. Harus dipisahkan antara keuangan untuk kebutuhan hidup sehari-hari dengan keuangan untuk usaha, meskipun usaha tersebut dijalankan di rumah

Manajemen Pemasaran oleh Dr. Rambat Lupiyoadi (Wakil Kepala UKM Center)

Permasalahan mendasar yang sering dihadapi pemilik Usaha Kecil adalah lemahnya penetrasi pasar dan kurang luasnya jangkauan wilayah pemasaran. Karena itu untuk memajukan usaha kecil yang memiliki daya saing yang kuat adalah dengan membangun strategi pemasaran yang baik dan tepat sasaran. Pemasaran merupakan upaya mengatur strategi dan cara agar konsumen mau mengeluarkan uang yang mereka miliki untuk menggunakan produk atau jasa yang dimiliki sebuah perusahaan, dalam hal ini usaha kecil dan menengah. Dengan strategi pemasaran yang baik posisi usaha kecil dan menengah menjadi kuat dan patut diperhitungkan dalam kegiatan ekonomi nasional yang akhirnya membawa keuntungan bagi usaha tersebut.

 

Sharring Session Pendampingan oleh Azfa Fabulo, ABDSI. Imam Selamet, dan Mustofa dari PD BANK BAPAS 69

Asosiasi Business Development Services Indonesia (ABDSI) adalah lembaga asosisasi pendampingan bagi para UMKM. Sedangkan PD BANK BAPAS 69 Kabupaten Magelang merupakan BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) yang banyak melakukan pendampingan di Magelang, pada tahun ini mendapatkan penghargaan yaitu sebagai TOP BUMD 2017 atau best overall dan kategori TOP BPR 2017. Yang diseleksi dari total 2.000-an BUMD di Indonesia dan diambil sebanyak 140.

Kedua lembaga tersebut kemudian berbagi pengalaman nya mengenai pendampingan usaha yang telah mereka lakukan selama ini kepada para anggota/ member mereka. Paya peserta kemudian diajak untuk merenungi hakikat pekerjaan seorang pendamping.

 

Pentingnya Legalitas Usaha oleh Nurul Indah K, pelaku Usaha olahan Ikan Sleman.

Izin memberi kekuatan sebuah usaha di berbagai hal. Pengakuan dari institusi lain dan kepercayaan konsumen dengan legalitas bisa diwujudkan. Legalitas merupakan sebuah wujud kepatuhan terhadap hukum usaha yang ada di negara kita. Di dalamnya terdapat segala hal yang mengatur kewajiban dengan negara dan usaha itu sendiri

Menyoal perizinan UKM, sudah terbit Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2014 tentang Perizinan untuk Usaha Mikro Kecil yang memudahkan para pelaku UKM mengurus izin di tingkat kecamatan. Proses pengurusan izin ini mudah dan tak dipungut biaya. (Nurul Komarani)

Ibu Indah sendiri merupakan pelaku UMKM yang kemudian sudah berhasil membina para UKM UKM lainnya untuk mempunyai legalitas usaha. Dengan demikian para pelaku UKM bisa mencontoh langsung pengalaman dari Ibu Nurul.

Belajar pendampingan langsung ke UKM pengelolaan budidaya Ikan Tawar.

Mendampingi UMKM adalah pekerjaan yang membutuhkan tidak hanya fisik namun juga ketahanan mental. Kekuatan mental dibutuhkan untuk menghadapi semua bentuk tantangan dan kendala di lapangan. Karena setiap UMKM akan memiliki karakter yang berbeda. Perbedaan karakter inilah yang kemudian menjadikan setiap permasalahan akan berbeda sehingga penyelesaiannya pun akan berbeda. Jika kemudian pendamping tidak mampu menyikapi setiap perbedaan yang ada, besar kemungkinan kendala yang dihadapi oleh UMKM tidak dapat terselesaikan dengan baik.

Perbedaan karakteristik UMKM sangat dipengaruhi oleh budaya atau kultur wilayah dimana UMKM berlokasi. Pendekatan yang digunakan ikut menentukan keberhasilan pendampingan di lapangan. Salah satu yang penting dalam hal ini adalah penggunaan bahasa yang tepat dalam memberikan layanan konsultasi untuk membuat pelaku UMKM cepat memahami informasi yang mereka terima. Untuk itu, sangat penting bagi seorang pendamping untuk memahami budaya dan karakteristik UMKM dampingannya sebelum benar-benar turun menyelesaikan permasalahan yang ada

 

Para peserta PT Pegadaian turun langsung dan mendampingi langsung para pengelola hasil ikan, yang menarik dari kelompok-kelompok ini adalah 90 persen anggotanya menggunakan bahasa daerah setempat sebagai alat komunikasi sehari-hari. Meski sebenarnya mereka mengerti dengan bahasa Indonesia, namun untuk memudahkan pendampingan, setidaknya kami selaku pendamping harus bisa beradaptasi dengan mereka, meskipun hanya dengan menggunakan  beberapa kosa kata penting. Tujuannya adalah mereka dapat memahami apa yang disampaikan dalam proses pendamingan. Di samping itu, akan memberikan dampak psikologi terhadap penerimaan mereka akan keberadaan pendamping dalam komunitas mereka.

Bagi lembaga yang mau melakukan pendampingan sejenis silakan kontak lembaga kami, UKM Center FEB UI