Replikasi UKM Center di Batam

Trend pemberdayaan ekonomi semakin diminati oleh sejumlah Universitas di Indonesia. UKM Center yang mengawali semenjak 12 tahun yang lalu kemudian menyadari bahwa proses pemberdayaan UKM yang efektif perlu dilakukan secara berjamaah dan didukung oleh tenaga pendamping dengan kompetensi khusus, sehingga UKM yang didampingi dapat benar-benar bertransformasi dari Usaha Kecil Mikro menjadi Usaha Kreatif Milyaran.

Untuk itu UKMC UI ingin berbagi pengetahuan dan pengalaman, serta bersinergi dengan universitas maupun lembaga lain yang juga turut memberdayakan pelaku UKM dan mendorong semangat kewirausahaan melalui Program Replikasi UKMC UI. Cita-citanya adalah agar layanan yang diberikan oleh UKMC UI yang hanya bisa diberikan secara langsung bagi masyarakat di sekitar Jabodetabek, juga dapat tersedia bagi masyarakat umum di seluruh Indonesia. Adapun Program ini terdiri dari kegiatan pelatihan selama 4 hari, mencakup tema-tema kelembagaan, pemikiran ekonomi, sampai product knowledge dan teknis pelayanan produk yang selama ini disediakan oleh UKMC UI.

Universitas Universal, Batam meminta bantuan UKM Center FEB UI untuk dilakukan repliasi mengingat potensi lembaga pusat UKM di Batam sangat minim, ditambah karakteristik Batam yang merupakan wilayah khusus yang langsung berbatasan dengan negara tetangga merupakan keunikan sendiri untuk mengembangkan UMKM. Dibuka oleh Dr. Rambat Lupiyoadi pelatihan replikasi UKM pada tanggal

Ibu Nining memberikan Pondasi Ekonomi Kerakyatan

Universitas Indonesia mempunyai sebuah pusat usaha kecil menengah yang disebut dengan UKM Center (Pusat UKM). Awalnya, Pusat UKM merupakan sebuah proyek universitas. Tapi, tak disangka, kini, lembaga tersebut telah berkembang hingga ke tujuh kota. Ke depan, lembaga nirlaba ini diharapkan bisa melanglang buana.

“Jadi, dulu UKM Center sebenarnya project saja sih. Itu project tiga bulan. Ya, habis itu mau hidup mau mati, ya silahkan saja. Tapi waktu itu saya bertekad jadi besar. Kami nggak dapat funding lagi dari UI, kami cuma dapat untuk tiga bulan itu saja,” terang Nining I Soesilo sebagai pendiri dan penasehat Pusat UKM Fakultas Ekonomi

Ibu Permata Wulandari, Ph.D memberikan pemahaman tentang Proposal Pemberdayaan Masyarakat dan Laboratium Micro Finance

Sebagai civitas akademis dibawah Universitas, dosen bisa menjadikan pusat UKM Center yang dibangun di Universitas nya sebagai wadah pengabdian masyarakat. Tema UKM dirasa merupakan tema yang seksi sebagai ajuan untuk program pemberdayaan yang akan diusulkan.

Setelah itu beliau juga sharring mengenai pembentukan laboratium micro finance, dimana dalam kasus ini kita bisa belajar bagaimana perilaku UKM dalam hal pengelolaan dana pinjaman yang diberikan oleh penyalur.

Ibu Dewi Meisari Memberikan pedoman mengenai Kewirausahan Sosial dan Manajemen Project

UKM Center juga merupakan lembaga yang kemudian beranjak untuk menjadi lembaga wirausaha sosial atau lembaga yang mengurusi star-up yang berhubungan dengan wirausaha sosial.

Menurut Ibu Dewi Meisari: tugas yang menantang para wirausaha sosial adalah bagaimana bisa meyakinkan calon investor bahwa bisnis yang sedang mereka bangun bisa memberikan dampak positif terhadap kehidupan masyarakat. “Masalahnya, tidak banyak investor yang berani ambil risiko untuk mengeluarkan dananya”

Pak Zakir, Kepala UKMC memberikan Rencana Strategist UKM Center FEB 2018

Rencana strategis diperlukan untuk menentukan arah program yang akan dirancang di periode pimpinan UKM Center yang ke-7. Bapak TM. Zakir Machmud, Ph.D terpilih menjadi kepala UKM Center yang kesekian kali nya. Dalam kepemimpinan tersebut setiap pimpinan UKM Center harus bisa merumuskan program yang berkelanjutan dari pimpinan sebelumnya.