UKMC Mengawal Sitem Stimulus Usaha rakyat Ultra Mikro

 

Kementrian keuangan bersama 4 kementrian teknis lainnya meluncurkan program Ultra Mikro (Umi) senilai 1,5 Triliun yang dimaksudkan untuk membantu pembiayaan pelaku mikro yang belum tersentuh Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pendampingan menjadi kunci pembeda penyaluran kredit ini dibandingkan dengan KUR selain dengan jumlah kredit yang disalurkan. Pusat Investasi Pemerintah Kementerian Keuangan mencatat terdapat 61 juta usaha mikro hingga ultra mikro yang membutuhkan akses pembiayaan. Program kredit usaha rakyat (KUR) yang telah ada diketahui hanya dapat menangkap sekitar 17 juta pengusaha mikro, sedangkan 44 juta pengusaha ultra mikro dengan kebutuhan pembiayaan berkisar antara Rp 1-5 juta belum mendapatkannya.

Pemerintah melalui Kementrian keuangan bersama Kementrian Komunikasi, Kementrian Sosial dan Kementrian Kelautan & Perikanan, meluncurkan program Ultra Mikro. Peluncuran program tersebut dilakukan di 19 daerah sebagai proyek percontohan sebelum nantinya di terapkan di seluruh Indonesia. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan dana senilai 1,5 T telah disiapkan lebih dari 40 juta pelaku kecil yang belum tersentuh KUR. Kredit ini disediakan tanpa agunan dan persyaratan khusus agar tidak menyulitkan pelaku usaha untuk mengaksesnya

“Kita dalam APBN 2017 ada 1,5 Triliun sebagai dana dan telah disepakati Dewan untuk membantu pelaku dibawah Kredit Usaha Rakyat yang omzetnya dibawah 10 juta, walaupun tadi ada beberapa usaha yang membutuhkan lebih dari 10 juta” Sri Mulyani

Pemerintah telah menggandeng beberapa lembaga pembiayaan untuk menyalurkan kredit Ultra Mikro PT Bahana Ventura, PT. PNM. Beberapa Koperasi juga dilibatkan seperti Komida dan AKR bukan hanya sebagai penyalur tetapi juga sebagi pendamping.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati selalu mengatakan kebijakan berpihak kepada rakyat kecil. Termasuk, mempermudah akses pembiayaan adalah pilihan strategis untuk menggerakkan ekonomi nasional. Pernyataan tersebut beralasan. Selain sebagai imperatif konstitusi, kontribusi UMKM terhadap produk domestik bruto yang lebih dari 60 persen harus menjadi perhatian serius.

Nining I Soesilo sebagai founder UKM Center dan Komisaris di Komida mengatakan bahwa “kami siap sebagai pengawal program Umi sebagai sistem Stimulus Usaha Rakyat, Melalui UKM center nanti sebagai lembaga akademis yang meneliti efektifitas penyaluran Umi tersebut”